BANJARNEGARA — Suasana guyub, rukun dan kebak kegembiraan terasa di Sirobet, Sabtu (5/9/2026) malam. Warga tumplek blek di Lapangan Voli Sirobet untuk mengikuti malam pembagian hadiah rangkaian kegiatan Agustusan.
Bukan sekadar pembagian hadiah, acara tersebut menjadi momentum warga kanggo kumpul bareng, guyub rukun, sekaligus menikmati hiburan setelah sebelumnya mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak sore, persiapan sudah dilakukan warga dan panitia. Ketika acara dimulai, lapangan voli yang biasanya digunakan untuk kegiatan olahraga berubah menjadi pusat keramaian. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak hingga warga sepuh padha teka, menikmati suasana malam yang penuh keakraban.
Sorak-sorai dan tepuk tangan pecah saat hadiah lomba mulai dibagikan. Suasana tambah rame ketika panitia mengundi berbagai dorprize yang sudah disiapkan.
Yang menarik, kemeriahan tersebut sepenuhnya lahir dari kekompakan masyarakat.
Seluruh biaya kegiatan bersumber dari hasil Jimpitan warga.
Jimpitan yang dikumpulkan secara rutin menjadi bukti bahwa kebersamaan di tingkat lingkungan masih memiliki kekuatan besar. Iuran kecil yang dikumpulkan bareng-bareng ternyata bisa kembali menjadi kegiatan yang manfaatnya dirasakan seluruh warga.
“Alhamdulillah, warga kompak. Jimpitan dikumpulkan sedikit-sedikit, tetapi ketika dikelola bersama ternyata bisa menghasilkan kegiatan seperti ini. Warga bisa seneng-seneng bareng tanpa harus terbebani iuran tambahan,” ujar salah seorang panitia.
Dari Jimpitan, Kembali untuk Warga
Bagi warga Sirobet, Jimpitan bukan hanya soal nominal. Lebih dari itu, Jimpitan menjadi bagian dari semangat gotong royong yang terus dijaga di lingkungan.
Setiap rupiah yang terkumpul dikelola untuk kepentingan bersama. Salah satunya diwujudkan dalam rangkaian kegiatan Agustusan yang melibatkan berbagai kelompok usia.
“Yang penting bukan gedhene acara atau regane hadiah. Sing penting warga bisa kumpul, guyub, lan padha bungah. Iki kabeh hasil kebersamaan warga,” kata warga lainnya.
Semangat tersebut terasa sepanjang acara. Anak-anak tampak antusias menunggu namanya atau nomor undian disebut. Bapak-bapak dan ibu-ibu pun tidak kalah semangat ketika panitia mulai membacakan nomor dorprize.
Begitu nomor diumumkan, warga langsung bersorak. Ada yang beruntung mendapatkan hadiah, ada pula yang harus menunggu pengundian berikutnya. Namun suasana tetap penuh canda dan tawa.
Bukan Mung Soal Hadiah
Malam pembagian hadiah tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kegiatan masyarakat di tingkat kampung tidak selalu harus bergantung pada bantuan pihak luar.
Dengan modal Jimpitan dan kekompakan, warga mampu membuat kegiatan yang meriah dan dinikmati bersama.
Ketua RT 02 RW 01 Dukuh Sirobet menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah menjaga semangat kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama. Mulai dari pengumpulan Jimpitan, persiapan perlombaan, pelaksanaan kegiatan hingga malam pembagian hadiah, semuanya melibatkan partisipasi warga.
“Terima kasih kepada seluruh warga. Kalau tidak kompak, tentu kegiatan seperti ini tidak akan bisa terlaksana. Semoga kebersamaan seperti ini terus dijaga,” ujarnya.
Bagi warga Sirobet, malam itu bukan mung acara bagi-bagi hadiah. Ada rasa bangga karena hasil Jimpitan yang selama ini dikumpulkan ternyata bisa kembali dirasakan bersama.
Dari iuran kecil yang dilakukan secara rutin, lahir sebuah acara yang mampu membuat satu kampung berkumpul dan tertawa bersama.
Sirobet malam itu benar-benar bungah.
Bukan karena hadiah semata, tetapi karena warga masih memiliki sesuatu yang kadang sulit ditemukan di tengah kesibukan zaman: guyub, rukun, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap kampungnya sendiri.
Dan dari Sirobet, cerita sederhana
itu kembali mengingatkan: nek bareng-bareng, sing abot bisa dadi entheng; sing cilik bisa dadi gedhe.
Ditulis oleh